Renungan Minggu, 19 Oktober 2025
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --
maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,
Dalam pasal ini dituliskan mengenai :
1.Peringatan mengenai adanya nabi-nabi dan guru-guru palsu yang akan ada, oleh karena itu jemast diminta untuk selalu waspada (ayat 1-22).
Jemaat TUHAN sedang berhadapan dengan pengajar-pengajar yang mengajarkan ajaran sesat.
Ada kiat-kiat yang diberikan kepada jemaat TUHAN agar dapat membedakan ajaran yang benar dan ajaran yang menyesatkan : Pertama, dalam perilaku sehari-harinya, para penyesat itu lebih mengutamakan praktik pemuasan hawa nafsu daripada menjalankan kesucian Allah.
Kedua, ajaran mereka menyangkal keAllahan Kristus.
9
Ketiga, pelayanan mereka didasarkan pada keinginan mencari keuntungan.
Keempat, pelayanan mereka justru mencemarkan dan menghina kedaulatan Allah.
Pelajaran yang dapat kita ambil :
Guru-guru palsu akan selalu ada di tengah-tengah jemaat yang percaya dan beriman kepada Kristus.
Mereka bisa tampak berjiwa misioner, bahkan mereka lebih giat.
Sikap kita sebagai orang yang sudah mengetahui kebenaran adalah tidak merasa nyaman dan bukan malah ikut-ikutan.
Jika kita memiliki pengenalan yang benar akan Allah dan hidup di dalam kebenaran Nya, kita tidak perlu takut terpedaya.
Untuk itu tetaplah tekun mempelajari firman TUHAN dan selalu taat serta setia melakukan kehendak Nya.
TUHAN menyertai kita semua