bg-hero

Renungan Harian

Transformasi Kehidupan

1 Yohanes 3:7-10 (TB)

Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya. Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Kasih Allah dalam mengangkat orang percaya sebagai anak dan menegaskan pentingnya kekudusan serta menentang dosa (ayat 1-10). 2.Pentingnya kasih persaudaraan (ayat 11-18). 3.Perintah untuk percaya taat kepada Allah (ayat 19-24). Dengan sangat keras dijelaskan perbandingan antara orang yang sudah sungguh-sungguh lahir baru dan yang belum sungguh-sungguh lahir baru. Mereka yang sudah sungguh-sungguh lahir baru akan hidup dengam saleh (berusaha hidup benar), mereka yang belum sungguh-sungguh lahir baru masih hidup didalam dosa (terus menerus dan tetap berbuat dosa). Kata berbuat dosa pada ayat 9 menunjukkan tindakan yang terus dan tetap berlangsung. Penekanan dalam konteks perikop ini adalah orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali dari Allah tidak mungkin mempunyai cara hidup yang berdosa karena hidup Allah tidak dapat hadir di dalam mereka yang berbuat dosa. Pelajaran yang dapat kita ambil : Kelahiran baru menghasilkan kehidupan secara moral dan rohani/spiritual yang mendatangkan hubungan berkesinambungan/terus berlanjut/tidak terputus dengan Allah. Orang beriman bisa kadang-kadang gagal untuk memenuhi standar Allah yang tinggi, tetapi mereka tidak terus-menerus hidup dalam dosa. Waktu kita masih hidup dalam manusia lama kita atau belum bertobat, kita gampang berbuat dosa dan sulit untuk berbuat baik sesuai kehendak Allah, setelah kita bertobat dan dilahirkan kembali serta hidup sebagai manusia baru, semestinya kita sulit untuk berbuat dosa yang adalah bukan kehendak Allah dan mudah untuk berbuat baik sesuai dengan kehendak Allah. TUHAN menyertai kita semua

Kamis, 23 Oktober 2025

Manifestasi Pengenalan Akan Allah Yang Sesungguhnya

1 Yohanes 2:3-6 (TB)

Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Nasihat untuk tidak berbuat dosa debagai bukti yang menunjukkan pengetahuan dan kasih kepada Allah yang sebenarnya (ayat 1-6). 2.Pembaruan ajaran tentang kasih persaudaraan yang berbicara kepada orang-orang Kristen dari beberapa golongan usia serta peringatan perihal cinta terhadap dunia (ayat 7-17). 3.Perungatan terhadap para penyesat dan menyatakan jaminan bagi orang-orang Kristen sejati (ayat 18-27). 4.Nasihat agar tetap tinggal di dalam Kristus (ayat 28-29). Kepada jemaat yang pada saat itu sedang mengalami banyak penderitaan dan aniaya oleh karena mengikut TUHAN. Mereka dikuatkan dan diingatkan untuk tetap taat dan setia melakukan seluruh kehendak TUHAN, yang dimulai atau didasarkan kepada pengenalan yang benar akan Allah. Pengenalan disini bukan saja pengetahuan (gnostik) tapi lebih lagi yakni ginosko/oida yang berarti mengalami Allah dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan yang benar yang adalah pengalaman hidup sehari-hari yang intim dengan Allah akan meningkatkan akal budi, moral dan karakter/kualitas hidup orang beriman, sehingga menjadikannya semakin serupa dengan Kristus. Karena tujuan utama keKristenan bukan semata-mata adalah sorga, tetapi tujuan utama keKristenan adalah menjadi serupa dengan Kristus. Pelajaran yang dapat kita ambil : Jika kita adalah orang beriman yang mengaku mengenal Allah, itu bukan semata termanifestasi dari perkataan dan ucapan saja, tetapi harus dan pasti termanifestasi dari ketaatan dan kesetiaan kita melakukan seluruh kehendak Allah dan keserupaan dengan Kristus. Setiap orang yang mengenal Allah dengan benar pasti akan mengalami peningkatan akal budi (pembaruan pikiran) kepada kebaikan moral dan karakter/kualitas hidup yang ilahi, sehingga semakin serupa dengan Kristus. Jika tidak itu berarti kita belum mengenal Allah dengan benar. Mari kita terus intropeksi diri dan menguji diri kita. TUHAN menyertai kita semua

Rabu, 22 Oktober 2025

Terang Yang Melenyapkan Kegelapan

1 Yohanes 1:5-7 (TB)

Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Firman yang menjadi manusia dalam pribadi Yesus Kristus (ayat 1-4). 2.Yesus Kristus yang adalah Allah adalah terang (ayat 5-10). Firman yang menjadi manusia yang dapat dilihat, didengar, disaksikan dan diraba menjelaskan dan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia dengan tujuan manusia bukan lagi memiliki gambaran tentang Allah tetapi memiliki rupa Allah, karena manusia tidak dapat melihat Allah yang adalah Roh. Bahkan manusia memiliki contoh dan teladan bagaimana harus hidup. Allah adalah benar dan kebenaran itu sendiri dan Allah adalah terang. Dan didalam terang tidak ada sedikitpun kegelapan yang berarti tidak ada sedikitpun kesalahan atau kejahatan atau dosa didalam pribadi Allah. Dan setiap manusia yang beriman kepada Allah didalam Yesus Kristus juga harus menjadi terang, sama seperti Allah. Pelajaran yang dapat kita ambil : Yang pertama, kita jangan pernah meragukan keAllahan Kristus, bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Yang kedua, sebagai orang beriman kita memiliki contoh dan teladan bagaimana harus hidup, ini berbicara mengenai keserupaan dengan Kristus. Yang ketiga, sebagai orang beriman kita yang hidup dalam terang Allah bukan tampak dari pengakuan saja tetapi bagaimana kita hidup dalam kebenaran Allah yang ada didalam firman Nya dan yang telah menjadi manusia melalui Yesus Kristus. Setiap orang yang sungguh-sungguh hidup dalam terang akan meninggalkan segala bentuk kejahatan dan kehidupan kegelapan, karena terang itu telah menelanjangi segala perbuatan kegelapan. Dosa yang dulu dinikmatinya, sekarang dibencinya dan segala apa yang diluar Allah yang dulu dibanggakan, sekarang menjadi kesia-siaan karena Kristus. Hidup di dalam terang dan menjadi terang bukan sekedar percaya dan mengaku, tetapi memancarkan terang Illahi melalui pikiran, perkataan dan sikap serta perbuatan didalam dan sebagai terang. TUHAN menyertai kita semua

Selasa, 21 Oktober 2025

Menanti Dengan Sabar

2 Petrus 3:3-4, 9-11 (TB)

Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita untuk menghakimi dunia dan petunjuk apa yang harus dilakukan orang-orang Kristen berkenaan dengan kedatangan Kristus yang kedua, serta kehancuran dan pembaharuan segala sesuatu yang akan menyertai kedatangan Tuhan Yesus Kristus (ayat 1-16). 2.Penutup surat dan ajakan untuk bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Nasihat dan penguatan kepada jemaat pada waktu itu, dikarenakan sebagian orang mulai kehilangan kesabaran. Ini nampak dari respons yang diberikan terhadap ajaran tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Ada orang-orang yang meresponinya dengan sikap apatis, ragu-ragu, dan tidak percaya. Ada yang beranggapan bahwa kedatangan TUHAN itu hanya akan membatasi kemerdekaan dan kebebasan dirinya dengan aturan-aturan. Bahkan ada yang sesat dengan mengisi penantian itu untuk pemuasan hawa nafsu. Namun, seperti yang dituliskan, bahwa keadaan seperti itulah yang terjadi. Keraguan terhadap janji-janji Allah muncul dari sikap tidak sabar yang berujung pada ketidakpercayaan manusia bahwa Allah akan menggenapi janji Nya. Sama halnya ketika nabi-nabi dalam Perjanjian Lama menubuatkan kedatangan Mesias, umat yang ada dalam masa itu tidak sempat melihat penggenapan janji Allah, tetapi umat yang hidup dalam Perjanjian Baru, mengalami penggenapan janji Nya. Pelajaran yang dapat kita ambil : Kita yang hidup dimasa sekarang ini hidup didalam dua zaman, yakni pertama, penggenapan akan janji Allah dalam masa Perjanjian Lama, yakni Kristus yang adalah Mesias telah datang ke dunia, sehingga kita beroleh kepastian akan keselamatan dan hidup kekal. Kedua, saat ini kita ada didalam masa penantian akan kedatangan Kristus yang kedua yang akan datang sebagai Hakim Agung yang akan menghakimi dunia. Menanti yang tidak pasti adalah hal yang paling tidak mengenakkan tetapi saat ini kita sedang menanti sesuatu yang pasti, yakni kedatangan Kristus yang kedua. Hal yang paling mungkin kita dilakukan pada masa penantian ini adalah terus sabar, tetap berada di dalam kebenaran dan hukum Allah, dan berpegang teguh pada janji-janji Nya, inilah yang membuat kita bisa tetap teguh dan bertumbuh didalam iman, kasih dan pengharapan kita. Kita tidak usah bersusah payah untuk menebak atau mencari-cari tahu kapan Kristus akan datang. Yang paling penting kita terus hidup didalam kesalehan, berusaha hidup didalam kebenaran TUHAN. Manusia tidak berhak menuntut Allah memenuhi janji Nya dan mengatur Allah menurut kehendak manusia. Tetapi manusia harus menaati dan setia kepada Allah didalam Yesus Kristus. TUHAN menyertai kita semua

Senin, 20 Oktober 2025

Kiat Menghadapi Pengajar Dan Pengajaran Sesat

2 Petrus 2:1-3, 8-9 (TB)

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa -- maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Peringatan mengenai adanya nabi-nabi dan guru-guru palsu yang akan ada, oleh karena itu jemast diminta untuk selalu waspada (ayat 1-22). Jemaat TUHAN sedang berhadapan dengan pengajar-pengajar yang mengajarkan ajaran sesat. Ada kiat-kiat yang diberikan kepada jemaat TUHAN agar dapat membedakan ajaran yang benar dan ajaran yang menyesatkan : Pertama, dalam perilaku sehari-harinya, para penyesat itu lebih mengutamakan praktik pemuasan hawa nafsu daripada menjalankan kesucian Allah. Kedua, ajaran mereka menyangkal keAllahan Kristus. 9 Ketiga, pelayanan mereka didasarkan pada keinginan mencari keuntungan. Keempat, pelayanan mereka justru mencemarkan dan menghina kedaulatan Allah. Pelajaran yang dapat kita ambil : Guru-guru palsu akan selalu ada di tengah-tengah jemaat yang percaya dan beriman kepada Kristus. Mereka bisa tampak berjiwa misioner, bahkan mereka lebih giat. Sikap kita sebagai orang yang sudah mengetahui kebenaran adalah tidak merasa nyaman dan bukan malah ikut-ikutan. Jika kita memiliki pengenalan yang benar akan Allah dan hidup di dalam kebenaran Nya, kita tidak perlu takut terpedaya. Untuk itu tetaplah tekun mempelajari firman TUHAN dan selalu taat serta setia melakukan kehendak Nya. TUHAN menyertai kita semua

Minggu, 19 Oktober 2025

Kristus Adalah Penggenapan Segala Sesuatunya

2 Petrus 1:20-21 (TB)

Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. Dalam pasak ini dituliskan mengenai : 1.pendahuluan surat atau kata pengantar (ayat 1-2). 2.Seruan untuk maju dan bertambah-tambah di dalam kasih karunia Kristen (ayat 3-15). 3.Sebuah pernyataan tegas mengenai kebenaran yang pasti dan asal usul ilahi dari Injil Kristus, yang dalam kasih karunianya mereka didorong untuk bertambah-tambah dan tetap bertekun (ayat 16-20). Teguran kepada guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran atau injil yang palsu, yaitu penafsiran, nubuatan dan pewahyuan buatan manusia yang mengatasnamakan Allah. Jemaat diperingatkan untuk berhati-hati didalam menghadapi hal itu. Dalam hal ini juga dijelaskan kembali bahwa tujuan dari injil adalah keselamatan dan kehidupan kekal oleh Yesus Kristus. Sehingga dapat dikatakan segala sesuatunya adalah Kristus. Perjanjian Lama mengarah kepada Perjanjian Baru yang adalah Kristus. Pelajaran yang dapat kita ambil : Kita yang hidup pada masa kini sangat "diuntungkan" karena telah memiliki Perjanjian Baru, telah memiliki kepastian keselamatan dan kehidupan kekal melalui Kristus, dan semuanya itu telah tertulis dengan lengkap didalam alkitab yang sudah ada dan kita miliki. Saat ini Allah sudah selesai berwahyu, tidak ada lagi pewahyuan yang baru, yang ada adalah penyingkapan dari wahyu yang telah selesai dan telah ada dan tertulis dalam alkitab. Jadi segala penafsiran dan nubuatan harus berhubungan, mengacu dan sesuai dengan firman TUHAN yang tertulis dalam alkitab dan berpusat kepada Kristus, didalam Perjanjian Baru, bukan lagi berpusat kepada janji, hukum dan pola serta kebiasaan yang ada dalam Perjanjian Lama, karena Kristus adalah penggenapan dari apa yang dijanjikan itu. Jadi, keKristenan berpusat kepada Kristus dan bertujuan kepada keselamatan dan kehidupan kekal, bukan kepada keinginan dan rancangan manusia serta keduniawian. Kita dapat membedakan penafsiran, nubuatan atau pengajaran yang benar dan yang salah dari dasar dan tujuannya, yakni apakah berpusat kepada Kristus atau tidak dan apakah mengarah kepada keselamatan dan kehidupan kekal atau mengarah kepada keinginan manusia dan kehidupan didunia ini saja. TUHAN menyertai kita semua

Sabtu, 18 Oktober 2025

Berjaga Dan Saling Menguatkan

1 Petrus 5:8-10 (TB)

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Nasihat bagi para pemimpin jemaat, bagaimana mereka harus bersikap terhadap jemaat mereka dan bagi orang-orang muda, supaya bersikap patuh dan rendah hati, dan supaya menyerahkan kekhawatiran mereka kepada Allah serta supaya menguasai diri, berjaga-jaga terhadap godaan, dan teguh di dalam iman, sambil berdoa dengan sungguh-sungguh (ayat 1-11). 2.Penutup surat Nasehat sekaligus peringatan kepada seluruh jemaat tentang tiga hal : Yang pertama, untuk sadar, dan untuk mengendalikan diri, baik manusia lahiriah dan batiniah mereka untuk berlaku sabar, sederhana, dan mematikan keinginan dosa. Yang kedua, untuk berjaga-jaga, tidak terlena ataupun ceroboh, melainkan selalu waspada terhadap bahaya yang ada dengan bersikap selalu siaga. Yang ketiga, untuk melawan setiap godaan dan cobaan dengan iman yang teguh. Berbagai penganiayaan kejam, dan menempatkan para penguasa besar untuk menentang mereka, serta pencobaan dan godaan yang kuat untuk murtad inilah yang harus mereka lawan, dengan cara berdiri teguh, bulat hati, dan kukuh di dalam iman. Pelajaran yang dapat kita ambil : Tidak ada zona aman dalam dunia ini. Oleh karena itu kita tidak dapat hidup seorang diri tetapi kita butuh komunitas yang terus saling menguatkan dan menopang serta saling membangun. Didalam persekutuan orang beriman yang membesarkan hati kita dalam menanggung bagian kita dalam kesusahan apa pun karena kita semua menanggung penderitaan yang sama. Yang menjadi sumber utama kekuatan kita adalah kasih karunia Allah yang memampukan kita untuk menghadapi segala penderitaan, pencobaan dan godaan dan bertahan sampai kesudahannya. TUHAN menyertai kita semua

Jumat, 17 Oktober 2025

Terus Berbuat Baik Dan Bertahan Dalam Iman

1 Petrus 4:15-19

Janganlah ada diantara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia. Dalam pasal ini dituliskan mengenai : 1.Agar bersabar dalam penderitaan dan mematikan keinginan dosa (ayat 1-6). 2.Agar terus berdoa, bermurah hati, bersikap ramah, dan mengembangkan serta memanfaatkan semua karunia yang diterima sebaik mungkin (ayat 7-12). 3.Tujuan penderitaan adalah supaya dimurnikan oleh karena itu jangan heran ketika mengalaminya, tetapi justru bersukacita di dalamnya, dan berhati-hati agar jangan mengalami penderitaan seperti orang-orang yang berbuat jahat. Bahwa pencobaan yang akan dialami sudah dekat, bahwa jiwa mereka berada di dalam bahaya, sama seperti tubuh jasmani mereka, dan bahwa jalan terbaik untuk memelihara jiwa mereka adalah menyerahkannya kepada Allah dengan berbuat baik (ayat 12-19). Bagaimana jemaat yang mengaku Kristen harus hidup. Selain harus berubah menjadi baik (secara moral dan spiritual) dan selalu berbuat baik, juga adalah menderita karena hidup bagi Allah. Bisa penderitaan dari dalam dalam rangka mematikan kedagingan dan semua keinginan yang tidak berkenan kepada Allah dan penderitaan dari luar yakni tekanan, penindasan, bahkan aniaya. Tetapi dikatakan bahwa jika seseorang sudah berubah menjadi baik dan berbuat baik, bahkan sekalipun harus menderita karena hidup bagi Allah, justru itu adalah sukacita atau kebahagiaan sebagai orang Kristen, karena itu adalah bukti nyata menjadi Kristen sejati. Dikatakan bahwa penghakiman dimulai dari rumah Allah, maksudnya adalah penghakiman dimulai dengan Kristus yang datang secara tiba-tiba. Jika ada orang berdosa yang dengan sengaja tidak bertobat di antara umat Allah (dan memang ada) mereka akan dihakimi lebih dahulu. Frasa ini juga merupakan ungkapan mengenai kedatangan kedua Kristus sebagai Hakim yang merupakan akhir dari segalanya dan permulaan dari suatu masa yang baru dan kekal. Pelajaran yang dapat kita ambil : Kita harus sungguh-sungguh berubah menjadi baik, selalu berbuat baik dan siap menderita karena dan bagi Allah, karena pasti akan tiba saatnya penghakiman bagi seluruh manusia dan dimulai justru dari orang percaya yang adalah umat Allah, saat kedatangan Kristus yang kedua. Dan tidak seorangpun dapat menghindar atau membela diri dari penghakiman itu. Oleh sebab itu sambil terus menantikan hari TUHAN yang adalah kedatangan Kristus yang kedua (atau saat kematian tiba). Kita harus terus diperbarui dari hari ke hari semakin menjadi baik dan berbuat baik, sekalipun harus menderita karena dan untuk Allah, malahan kita bersukacita karena itu adalah bukti bahwa kita adalah Kristen sejati. TUHAN menyertai kita semua

Kamis, 16 Oktober 2025