Renungan Sabtu, 18 Oktober 2025
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
Dalam pasak ini dituliskan mengenai :
1.pendahuluan surat atau kata pengantar (ayat 1-2).
2.Seruan untuk maju dan bertambah-tambah di dalam kasih karunia Kristen (ayat 3-15).
3.Sebuah pernyataan tegas mengenai kebenaran yang pasti dan asal usul ilahi dari Injil Kristus, yang dalam kasih karunianya mereka didorong untuk bertambah-tambah dan tetap bertekun (ayat 16-20).
Teguran kepada guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran atau injil yang palsu, yaitu penafsiran, nubuatan dan pewahyuan buatan manusia yang mengatasnamakan Allah.
Jemaat diperingatkan untuk berhati-hati didalam menghadapi hal itu.
Dalam hal ini juga dijelaskan kembali bahwa tujuan dari injil adalah keselamatan dan kehidupan kekal oleh Yesus Kristus.
Sehingga dapat dikatakan segala sesuatunya adalah Kristus.
Perjanjian Lama mengarah kepada Perjanjian Baru yang adalah Kristus.
Pelajaran yang dapat kita ambil :
Kita yang hidup pada masa kini sangat "diuntungkan" karena telah memiliki Perjanjian Baru, telah memiliki kepastian keselamatan dan kehidupan kekal melalui Kristus, dan semuanya itu telah tertulis dengan lengkap didalam alkitab yang sudah ada dan kita miliki.
Saat ini Allah sudah selesai berwahyu, tidak ada lagi pewahyuan yang baru, yang ada adalah penyingkapan dari wahyu yang telah selesai dan telah ada dan tertulis dalam alkitab.
Jadi segala penafsiran dan nubuatan harus berhubungan, mengacu dan sesuai dengan firman TUHAN yang tertulis dalam alkitab dan berpusat kepada Kristus, didalam Perjanjian Baru, bukan lagi berpusat kepada janji, hukum dan pola serta kebiasaan yang ada dalam Perjanjian Lama, karena Kristus adalah penggenapan dari apa yang dijanjikan itu.
Jadi, keKristenan berpusat kepada Kristus dan bertujuan kepada keselamatan dan kehidupan kekal, bukan kepada keinginan dan rancangan manusia serta keduniawian.
Kita dapat membedakan penafsiran, nubuatan atau pengajaran yang benar dan yang salah dari dasar dan tujuannya, yakni apakah berpusat kepada Kristus atau tidak dan apakah mengarah kepada keselamatan dan kehidupan kekal atau mengarah kepada keinginan manusia dan kehidupan didunia ini saja.
TUHAN menyertai kita semua