bg-hero

Renungan Harian

Menanti Dengan Sabar

2 Petrus 3:3-4, 9-11 (TB)

Renungan Senin, 20 Oktober 2025

Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Dalam pasal ini dituliskan mengenai :
1.Kedatangan Yesus Kristus Tuhan kita untuk menghakimi dunia dan petunjuk apa yang harus dilakukan orang-orang Kristen berkenaan dengan kedatangan Kristus yang kedua, serta kehancuran dan pembaharuan segala sesuatu yang akan menyertai kedatangan Tuhan Yesus Kristus (ayat 1-16).
2.Penutup surat dan ajakan untuk bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Nasihat dan penguatan kepada jemaat pada waktu itu, dikarenakan sebagian orang mulai kehilangan kesabaran.
Ini nampak dari respons yang diberikan terhadap ajaran tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.
Ada orang-orang yang meresponinya dengan sikap apatis, ragu-ragu, dan tidak percaya. Ada yang beranggapan bahwa kedatangan TUHAN itu hanya akan membatasi kemerdekaan dan kebebasan dirinya dengan aturan-aturan. Bahkan ada yang sesat dengan mengisi penantian itu untuk pemuasan hawa nafsu. Namun, seperti yang dituliskan, bahwa keadaan seperti itulah yang terjadi.

Keraguan terhadap janji-janji Allah muncul dari sikap tidak sabar yang berujung pada ketidakpercayaan manusia bahwa Allah akan menggenapi janji Nya.
Sama halnya ketika nabi-nabi dalam Perjanjian Lama menubuatkan kedatangan Mesias, umat yang ada dalam masa itu tidak sempat melihat penggenapan janji Allah, tetapi umat yang hidup dalam Perjanjian Baru, mengalami penggenapan janji Nya.

Pelajaran yang dapat kita ambil :
Kita yang hidup dimasa sekarang ini hidup didalam dua zaman, yakni pertama, penggenapan akan janji Allah dalam masa Perjanjian Lama, yakni Kristus yang adalah Mesias telah datang ke dunia, sehingga kita beroleh kepastian akan keselamatan dan hidup kekal.
Kedua, saat ini kita ada didalam masa penantian akan kedatangan Kristus yang kedua yang akan datang sebagai Hakim Agung yang akan menghakimi dunia.

Menanti yang tidak pasti adalah hal yang paling tidak mengenakkan tetapi saat ini kita sedang menanti sesuatu yang pasti, yakni kedatangan Kristus yang kedua.
Hal yang paling mungkin kita dilakukan pada masa penantian ini adalah terus sabar, tetap berada di dalam kebenaran dan hukum Allah, dan berpegang teguh pada janji-janji Nya, inilah yang membuat kita bisa tetap teguh dan bertumbuh didalam iman, kasih dan pengharapan kita.
Kita tidak usah bersusah payah untuk menebak atau mencari-cari tahu kapan Kristus akan datang.
Yang paling penting kita terus hidup didalam kesalehan, berusaha hidup didalam kebenaran TUHAN.

Manusia tidak berhak menuntut Allah memenuhi janji Nya dan mengatur Allah menurut kehendak manusia.
Tetapi manusia harus menaati dan setia kepada Allah didalam Yesus Kristus.

TUHAN menyertai kita semua