Renungan Selasa, 21 Oktober 2025
Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Dalam pasal ini dituliskan mengenai :
1.Firman yang menjadi manusia dalam pribadi Yesus Kristus (ayat 1-4).
2.Yesus Kristus yang adalah Allah adalah terang (ayat 5-10).
Firman yang menjadi manusia yang dapat dilihat, didengar, disaksikan dan diraba menjelaskan dan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia dengan tujuan manusia bukan lagi memiliki gambaran tentang Allah tetapi memiliki rupa Allah, karena manusia tidak dapat melihat Allah yang adalah Roh.
Bahkan manusia memiliki contoh dan teladan bagaimana harus hidup.
Allah adalah benar dan kebenaran itu sendiri dan Allah adalah terang.
Dan didalam terang tidak ada sedikitpun kegelapan yang berarti tidak ada sedikitpun kesalahan atau kejahatan atau dosa didalam pribadi Allah.
Dan setiap manusia yang beriman kepada Allah didalam Yesus Kristus juga harus menjadi terang, sama seperti Allah.
Pelajaran yang dapat kita ambil :
Yang pertama, kita jangan pernah meragukan keAllahan Kristus, bahwa Yesus Kristus adalah Allah.
Yang kedua, sebagai orang beriman kita memiliki contoh dan teladan bagaimana harus hidup, ini berbicara mengenai keserupaan dengan Kristus.
Yang ketiga, sebagai orang beriman kita yang hidup dalam terang Allah bukan tampak dari pengakuan saja tetapi bagaimana kita hidup dalam kebenaran Allah yang ada didalam firman Nya dan yang telah menjadi manusia melalui Yesus Kristus.
Setiap orang yang sungguh-sungguh hidup dalam terang akan meninggalkan segala bentuk kejahatan dan kehidupan kegelapan, karena terang itu telah menelanjangi segala perbuatan kegelapan. Dosa yang dulu dinikmatinya, sekarang dibencinya dan segala apa yang diluar Allah yang dulu dibanggakan, sekarang menjadi kesia-siaan karena Kristus.
Hidup di dalam terang dan menjadi terang bukan sekedar percaya dan mengaku, tetapi memancarkan terang Illahi melalui pikiran, perkataan dan sikap serta perbuatan didalam dan sebagai terang.
TUHAN menyertai kita semua