bg-hero

Renungan Harian

Terus Berbuat Baik Dan Bertahan Dalam Iman

1 Petrus 4:15-19

Renungan Kamis, 16 Oktober 2025

Janganlah ada diantara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?
Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Dalam pasal ini dituliskan mengenai :
1.Agar bersabar dalam penderitaan dan mematikan keinginan dosa (ayat 1-6).
2.Agar terus berdoa, bermurah hati, bersikap ramah, dan mengembangkan serta memanfaatkan semua karunia yang diterima sebaik mungkin (ayat 7-12).
3.Tujuan penderitaan adalah supaya dimurnikan oleh karena itu jangan heran ketika mengalaminya, tetapi justru bersukacita di dalamnya, dan berhati-hati agar jangan mengalami penderitaan seperti orang-orang yang berbuat jahat. Bahwa pencobaan yang akan dialami sudah dekat, bahwa jiwa mereka berada di dalam bahaya, sama seperti tubuh jasmani mereka, dan bahwa jalan terbaik untuk memelihara jiwa mereka adalah menyerahkannya kepada Allah dengan berbuat baik (ayat 12-19).

Bagaimana jemaat yang mengaku Kristen harus hidup.
Selain harus berubah menjadi baik (secara moral dan spiritual) dan selalu berbuat baik, juga adalah menderita karena hidup bagi Allah. Bisa penderitaan dari dalam dalam rangka mematikan kedagingan dan semua keinginan yang tidak berkenan kepada Allah dan penderitaan dari luar yakni tekanan, penindasan, bahkan aniaya.

Tetapi dikatakan bahwa jika seseorang sudah berubah menjadi baik dan berbuat baik, bahkan sekalipun harus menderita karena hidup bagi Allah, justru itu adalah sukacita atau kebahagiaan sebagai orang Kristen, karena itu adalah bukti nyata menjadi Kristen sejati.
Dikatakan bahwa penghakiman dimulai dari rumah Allah, maksudnya adalah penghakiman dimulai dengan Kristus yang datang secara tiba-tiba.
Jika ada orang berdosa yang dengan sengaja tidak bertobat di antara umat Allah (dan memang ada) mereka akan dihakimi lebih dahulu.
Frasa ini juga merupakan ungkapan mengenai kedatangan kedua Kristus sebagai Hakim yang merupakan akhir dari segalanya dan permulaan dari suatu masa yang baru dan kekal.

Pelajaran yang dapat kita ambil :
Kita harus sungguh-sungguh berubah menjadi baik, selalu berbuat baik dan siap menderita karena dan bagi Allah, karena pasti akan tiba saatnya penghakiman bagi seluruh manusia dan dimulai justru dari orang percaya yang adalah umat Allah, saat kedatangan Kristus yang kedua. Dan tidak seorangpun dapat menghindar atau membela diri dari penghakiman itu.
Oleh sebab itu sambil terus menantikan hari TUHAN yang adalah kedatangan Kristus yang kedua (atau saat kematian tiba).
Kita harus terus diperbarui dari hari ke hari semakin menjadi baik dan berbuat baik, sekalipun harus menderita karena dan untuk Allah, malahan kita bersukacita karena itu adalah bukti bahwa kita adalah Kristen sejati.

TUHAN menyertai kita semua